Indikasi Ujaran Kebencian Netizen dalam Kolom Komentar Akun Instagram @ahmadsahroni88
Kajian Linguistik Forensik
DOI:
https://doi.org/10.24036/jeli.v3i3.179Keywords:
efek sosial, komentar instagram, linguistik forensik, netizen, ujaran kebencianAbstract
Perkembangan media sosial, khususnya Instagram, memicu meningkatnya fenomena ujaran kebencian di ruang digita. Kolom komentar media sosial tidak lagi hanya digunakan sebagai sarana menyampaikan opini, tetapi juga menjadi ruang munculnya berbagai bentuk serangan verbal yang berpotensi menimbulkan dampak sosial dan hukum. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis ujaran kebencian serta mengkategorikan efek sosial ujaran kebencian dalam kolom komentar akun Instagram @ahmadsahroni88 dengan pendekatan linguistik forensik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data penelitian berupa komentar netizen yang mengandung unsur ujaran kebencian pada akun Instagram @ahmadsahroni88. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 144 data ujaran kebencian yang terbagi ke dalam enam jenis, yaitu penghinaan (90 data), penghasutan (23 data), pencemaran nama baik (15 data), provokasi (10 data), penistaan (3 data), dan penyebaran berita bohong (3 data). Berdasarkan efek sosialnya, ujaran kebencian dikategorikan menjadi stigmatisasi (104 data), labeling (37 data), dan stereotip (4 data). Temuan penelitian menunjukkan bahwa penghinaan dan stigmatisasi merupakan bentuk yang paling dominan, yang mencerminkan kecenderungan netizen menyerang individu secara langsung serta membangun citra negatif melalui bahasa di media sosial. Penelitian ini berimplikasi pada pengembangan kajian linguistik forensik, khususnya dalam analisis ujaran kebencian di media sosial, serta dapat menjadi rujukan dalam meningkatkan literasi digital dan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan bahasa yang etis di ruang digital.
References
Agustina. (2020). Tipologi kekerasan verbal dalam wacana politik (Kodifikasi linguistik). Depok: Rajawali Pers.
Ananda, R., & Pratiwi, D. (2023). Hate speech in social media: Linguistic analysis and social impact. Jurnal Linguistik Terapan, 5(2), 120–135.
Apriyani, E. (2023). Ujaran kebencian warganet terhadap tokoh politik di akun Instagram: Analisis linguistik forensik. Jurnal Bahasa dan Masyarakat, 6(1), 45–60.
Efni, M. (2025). Dugaan ujaran kebencian terkait dinasti politik pada media sosial X: Kajian linguistik forensik. Jurnal Linguistik Indonesia, 13(1), 25–40.
Hanum, F., Sari, M., & Putri, R. (2024). Hate speech in digital communication: A socio-linguistic perspective. Jurnal Komunikasi Digital, 8(1), 15–27.
Kompas. (2025). Maraknya konten negatif di media sosial Indonesia. Kompas.
Kridalaksana, H. (2017). Kamus linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Leech, G. (2011). Prinsip-prinsip pragmatik (M. D. D. Oka, Penerj.). Jakarta: Universitas Indonesia Press.
Lubis, R., Siregar, T., & Nasution, A. (2023). Forensic linguistics in analyzing hate speech on social media. Jurnal Ilmu Bahasa, 9(2), 101–115.
Mahsun. (2014). Metode penelitian bahasa: Tahapan strategi, metode, dan tekniknya. Jakarta: Rajawali Pers.
Mardiah, R. (2025). Indikasi ujaran kebencian oleh netizen dalam kolom komentar akun Instagram selebgram Azizah Salsha: Kajian linguistik forensik. Jurnal Kajian Bahasa, 7(1), 10–25.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks: Sage.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Mubarok, A., Hidayat, D., & Rahman, F. (2024). Ujaran kebencian di media sosial: Analisis linguistik forensik. Jurnal Bahasa dan Komunikasi, 10(2), 88–102.
Nurlisma. (2022). Ujaran kebencian terhadap artis Nissa Sabyan di media sosial: Kajian linguistik forensik. Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya, 4(2), 55–70.
Sholihatin, E. (2019). Linguistik Forensik dan Kejahatan Berbahasa. Pustaka Pelajar.
Sudaryanto. (2015). Metode dan aneka teknik analisis bahasa: Pengantar penelitian wahana kebudayaan secara linguistis. Yogyakarta: Sanata Dharma University Press.
Sulianta, F. (2015). Keajaiban media sosial. Jakarta: Elex Media Komputindo.
Wijana, I. D. P., & Rohmadi, M. (2011). Analisis wacana pragmatik: Kajian teori dan analisis. Surakarta: Yuma Pustaka.
Yule, G. (2014). Pragmatik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Zahra, H. (2024). Indikasi ujaran kebencian dalam tuturan Rocky Gerung pada channel YouTube: Kajian linguistik forensik. Jurnal Linguistik Terapan, 8(1), 30–45.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Viony Salsabila, Haris Syukri, Ngusman, Siti Ainim Liusti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.


