Struktur dan Fungsi Sosial Teks Pantun dalam Acara Perkawinan di Kanagarian Batu Bajanjang Kecamatan Tigo Lurah Kabupaten Solok

Authors

  • Fakhri Ahmad Syukra Universitas Negeri Padang
  • Zulfadhli Universitas Negeri Padang

DOI:

https://doi.org/10.24036/jeli.v3i3.138

Keywords:

struktur pantun, fungsi sosial, perkawinan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dua hal berikut. Pertama, mendeskripsikan struktur pantun dalam acara perkawinan di Kanagarian Batu Bajanjang Kecamatan Tigo Lurah Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat. Kedua, mendeskripsikan fungsi sosial pantun dalam acara perkawinan di Kanagarian Batu Bajanjang Kecamatan Tigo Lurah Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat. Jenis penelitian iniadalah bersifat kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data terdapat tiga, yaitu (1) observasi, (2) wawancara, dan (3) dokumentasi. Adapun pengabsahan data menggunakan Teknik triangulasi. Setelah semua data dikumpulkan, dilakukan beberapa tahapan yaitu tahap transkripsi, transliterasi, tahap klasifikasi dan analisis, serta tahap pelaporan. Berdasarkan analisis data dan interpretasi data, ditemukan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, struktur pantun dalam acara perkawinan di Kanagarian Batu Bajanjang Kecamatan Tigo Lurah Kabupaten Solok meliputi bait, baris atau larik, sampiran, dan isi. Kedua, fungsi sosial pantun dalam acara perkawinan di Kanagarian Batu Bajanjang Kecamatan Tigo Lurah Kabupaten Solok meliputi fungsi ekspresif, fungsi direktif, dan fungsi estetika.

References

Asmal, A., Gani, E., & Abdurahman, A. (2012). Struktur dan Fungsi Pantun Managua pada Upacara Pernikahan di Koto Baru Kecamatan Rao Utara Kabupaten Pasaman. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UNP, 1(1), 600-609. https://doi.org/10.24036/1374-019883

Danandjaja, J. (1991). Indonesian Folklore: The Science of Gossip, Fairy Tales, etc. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.

Effendy, C., & Sulissusiawan, A. (2013). Struktur dan Fungsi Pantun Pulang-memulangkan pada Upacara Perkawinan Masyarakat Melayu Sambas. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK), 2(9). https://doi.org/10.26418/jppk.v2i9.3359

Endraswara, S. (2018). Anthropology of Oral Literature: Perspectives, Theories, &Practice of Research. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia, member of IKAPI.

Fuadah, IS (2020). History: High School Learning Module . Subang.

Gani, E. (2010). Minangkabau Pantun in Cultural and Educational Perspective . Padang: UNP Press.

Hawari, A., & Adek, M. (2022). Struktur dan Fungsi Sosial Pantun Pernikahan di Pasaman Barat. Lingua Susastra, 3(1), 11-23. https://doi.org/10.24036/ls.v3i1.88

Moleong, LJ (2013). Qualitative Research Methodology . Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nadra, & Reniwati. (2009). Dialectology: Theory and Method . Yogyakarta: Elmatera.

Navis., A. . (1984). Alam Takambang Becomes Teacher, Minangkabau Customs and Culture . Jakarta: Grafitipers.

Nazir, M. (2011). Research Methods . Bogor: Ghalia Indonesia.

Nursyamsi. (2015). Use of Language Aspects in Traditional Kaili Ethnic Puzzles. Literacy , 27 (1), 49–64. https://doi.org/http://dx.do.org/10.29255/aksara.v27i1.170.49-64

Samarin, WJ (2015). Field Language Science . Yogyakarta: Kanisius.

Setyadiharja, R. (2020). Treasury of the Land of Pantun . Jakarta: Deepublish.

Wulandari, Y. (2017). Ecological Wisdom in the Legend of “Bujang Sembilan” (The Origin of Lake Maninjau). Madah: Journal of Language and Literature , 8 (1), 105–114. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.26499/madah.v8i1.376

Downloads

Published

2026-05-05 — Updated on 2026-05-05

Versions

Issue

Section

Articles