Kajian Struktural dengan Pendekatan Sosiologis terhadap Cerpen Pasar Santa, 2045: Representasi Kehilangan Manusia di Era Digital Karya F Ilham Satrio
DOI:
https://doi.org/10.24036/jeli.v3i2.115Keywords:
kajian struktural, pendekatan sosiologis, cerpen futuristik, nilai kemanusiaan, teknologi digitalAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagian-bagian dalam dan aspek-aspek dimensi sosial yang ditampilkan dalam cerpen Pasar Santa, 2045 karya F. Ilham Satrio, dengan menggunakan gagasan struktural dan sosiologis tentang sastra. Cerita ini sangat menarik untuk dikaji karena menggambarkan masyarakat masa depan yang menghadapi krisis kemanusiaan akibat pengaruh teknologi digital yang begitu kuat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik analisis data yang berfokus pada teks itu sendiri. Pendekatan struktural digunakan untuk menemukan bagian-bagian dalam seperti gagasan utama, tokoh, peristiwa cerita, tempat, sudut pandang, gaya penulisan, dan makna, sementara pendekatan sosiologis membantu memahami makna sosial yang ditampilkan dalam interaksi antara manusia, teknologi, dan nilai-nilai budaya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara struktural, cerpen ini memiliki tema besar tentang kejatuhan manusia karena kehilangan nilai-nilai kemanusiaan seiring kemajuan teknologi; tokoh Zafan merepresentasikan sosok yang merasa kesepian; alur cerita yang beragam menunjukkan pergulatan batin tokoh tersebut; latar futuristik membuat suasana terasa meresahkan; dan penggunaan bahasa kiasan memperkuat rasa getir kehidupan di era modern. Dari sudut pandang sosiologis, karya ini menyoroti hilangnya koneksi sosial, masalah moral, dan tekanan antara manusia dan pengendalian sistem digital. Secara keseluruhan, Pasar Santa, 2045 tidak hanya menunjukkan masalah sosial yang disebabkan oleh teknologi, tetapi juga merefleksikan secara moral betapa pentingnya melindungi nilai-nilai kemanusiaan dalam masyarakat saat ini.
References
Abrams, M. H. (1981). The mirror and the lamp: Romantic theory and the critical tradition. Oxford University Press.
Adam, A. (2015). Struktur dan makna dalam karya sastra Indonesia. Bandung: Alfabeta. Amalia, N. (2020). Analisis unsur intrinsik dalam cerpen Indonesia modern. Yogyakarta: Deepublish.
Aminuddin. (2002). Pengantar apresiasi karya sastra. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Anggraini, D. S. (2022). Pendekatan struktural dalam kajian sastra Indonesia modern. Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra, 8(1), 45–56.
Bayu, R. (2014). Metode penelitian deskriptif dalam studi sastra. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 2(2), 101–112.
Deby Safitri Nur Rahmah, & Wijaya, H. (2023). Analisis strukturalisme cerita pendek Anak Ikan karya Fitra Yanti. Jurnal Bahasa dan Sastra Nusantara, 12(1), 77–88.
Dwi Susi Anggraini, Hasanudin, C., & Sutrimah. (2023). A look at literary sociology: Causes of social conflict in the short stories The Beggar and Shalawat Badar karya Ahmad Tohari. Jurnal Kajian Sastra dan Humaniora, 11(2), 150–165.
Endraswara, S. (2013). Sosiologi sastra: Kajian teori dan praktik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Harumi, K. (2024). Sastra sebagai cermin masyarakat: Analisis nilai sosial dan modernitas. Jurnal Ilmu Humaniora, 18(1), 12–25.
Junus, U. (2004). Sosiologi sastra: Persoalan teori dan metode. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Mursal Esten. (2013). Kesusastraan: Pengantar teori dan sejarah. Bandung: Angkasa.
Musliah, N., Ernawati, D., & Wijaya, A. (2019). Karya sastra sebagai refleksi sosial masyarakat. Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial, 5(2), 134–145.
Nahdi, D. S., Supriatna, E., & Rofiqoh, D. (2022). Representasi realitas sosial dalam karya sastra Indonesia modern. Jurnal Ilmu Budaya, 6(1), 88–99.
Nugrahani, F. (2014). Metode penelitian kualitatif dalam penelitian pendidikan bahasa. Surakarta: UNS Press.
Nuraeni, S. (2017). Moral dan amanat dalam cerpen Indonesia kontemporer. Bandung: Pustaka Wacana.
Pramidana, D. (2020). Sudut pandang dan gaya penceritaan dalam karya fiksi. Malang: UB Press.
Rahayu, L. (2022). Refleksi nilai kemanusiaan dalam karya sastra modern. Jurnal Kajian Humaniora, 20(3), 201–214. https://doi.org/10.31258/jkh.20.3.201-214
Ratna, N. K. (2020). Metode penelitian kajian budaya dan sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Rosid, A. (2022). Karakter dan penokohan dalam fiksi modern. Jakarta: Mitra Wacana Media.
Rahayu, L. (2022). Refleksi nilai kemanusiaan dalam karya sastra modern. Jurnal Kajian Humaniora, 20(3), 201–214. https://doi.org/10.31258/jkh.20.3.201-214
Rosid, A. (2022). Karakter dan penokohan dalam fiksi modern. Jakarta: Mitra Wacana Media.
Sapiya, N. (2020). Analisis latar dalam cerpen Indonesia modern. Bandung: Humaniora Press.
Sapdiani, E., Rohimah, N., & Rahman, A. (2018). Cerpen sebagai bentuk ekspresi imajinatif dan moralitas. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 6(2), 90–100.
Sari, D. P. (2023). Konflik sosial dalam karya sastra modern Indonesia: Kajian tematik dan moral. Jurnal Estetika dan Humaniora, 9(2), 33–47.
Satinem. (2019). Pendekatan struktural dalam analisis karya sastra Indonesia. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 4(1), 12–24.
Syukur, A. (2021). Karakter dan kesadaran sosial dalam karya sastra modern. Jurnal Sastra dan Pendidikan Karakter, 5(2), 101–113.
Teeuw, A. (2013). Sastra dan ilmu sastra: Pengantar teori sastra. Jakarta: Pustaka Jaya.
Wellek, R., & Warren, A. (2016). Teori kesusastraan (Melani Budianta, Terj.). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Wulandari, E. (2009). Gaya bahasa dalam cerpen Indonesia modern. Surabaya: Unesa University Press.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Tiara Jayani, Abdurahman Abdurahman

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

